Tampilkan postingan dengan label Rumah Pintar Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Pintar Pemilu. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Kehadiran RPP Tambora, Memberikan Semangat Baru

Ketua KPU Kab.Dompu :
“Kehadiran RPP Tambora, Memberikan Semangat Baru”


DOMPU - Kehadiran RPP Tambora telah memberikan semangat baru bagi KPU Kab. Dompu, karena hampir setiap minggu KPU Kab.Dompu menerima kunjungan dari siswa-siswi dari berbagai sekolah, tentu saja untul belajar, dan berdisikusi tentang pemilu dan demokrasi serta menenoton sejarah pemilu, demikian disampaikan Rusdyanto, Ketua KPU Kab. Dompu dalam laporannya, dihadapan Ketua KPU RI Juri Ardiantor, M.Si, Ph.D,. Bupati Dompu Drs. H Bambang M Yasin, Ketua KPU Prov. NTB Lalu Aksar Ansari, dan Ketua/Anggota KPU kab/Kota se-NTB, saat peresmian Rumah Pintar Pemilu Tambora KPU Kab. Dompu, Kamis (20/10).

“Selamat datang kepada Ketua KPU RI, Ketua/Anggota KPU Provinsin NTB, dan Ketua/Anggota KPU Kabupaten/Kota, selamat datang di Kab. Dompu, selamat Datang di Bumi Nggahi Rawi Pahu, Daerah yang terkenal dengan Program Bupati kami TERPIJAR”, sapa Rusdyanto.
    
RPP Tambora, yang diresmikan saat ini, merupakan program dari KPU RI, dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu, dan KPU Kab. Dompu mendapat kepercayaan sebagai salah satu dari 18 kab/Kota se-Indonesia sebagai pilot project pusat pendidikan pemilih yang sudah dimulai sejak tahun 2015 yang lalu.
    
Berbagai program kegiatan RPP Tambora telah dilaksanakan diantaranya :   Lomba debat siswa, pembuatan mading,  lomba selfi, Lomba karya tulis Ilmiah, dan Pendampingan dan supervisi Pemilihan Ketua Osis, Pengembangan Komunitas Pemilu dan Demokrasi, dengan melaksanakan diskusi, seminar dan nongkrong bareng dengan Pers. Dan Kursus Kepemilian yang telah dilaksanakan oleh KPU Provinsi NTB serta lomba cerdas cermat tingkat SMA yang telah selesai pada Rabu (20/10), “Mohon berkenan Ketua KPU RI untuk menyerahkan hadiahnya kepada siswa-siswi kami”. kata Rusdy

Melihat begitu besar nilai manfaat RPP tambora, KPU Dompu berharap agar program ini dapat berkesinambungan sehingga dapat mewujutkan visi KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang mandiri, professional. “Untuk itu, kami mohon dukungan kepeda Ketua KPU RI, Ketua/Anggota KPU  Provinsi, Bupati Dompu, untuk mendukung RPP Tamboran sehingga tercipta demokrasi yang bermartabat dan berintegritas di bumi Nggahi Rawi Pahu”, harap Rusdy. (Arif Ranu Pane).   

RPP Tambora Diresmikan

Setelah melalui proses yang panjang
sejak dicanangkan di tahun 2015
 akhirnya Rumah Pintar Pemilu Tambora KPU Kab. Dompu,
diresmikan oleh Juri Ardiantoro, M.Si, Ph.D, Ketua KPU RI,
pada Kamis (20/10). RPP Tambora merupakan salah satu dari 37 satuan kerja (satker) yang terdiri dari 19 KPU Provinsi dan 18 KPU Kab/Kota.yang menjadi target pilot project nasional KPU RI.
Pendidikan Pemilih merupakan salah satu instrumen penting dalam peningkatan partisipasi pemilih dalam pemilu. Apa strategi dan cara KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih, berikut laporan sdr. Arifuddin,
Ketua Devisi Hukum KPU Kab. Dompu.

Keterangan Foto : Ketua KPU RI Juri Ardiantoro, M.Si, Ph.D saat penandatanganan Prasasti Peresmian Rumah Pintar Pemilu Tambora KPU Kab. Dompu

DOMPU, NTB -  Rumah Pintar Pemilu itu memang sengaja dibuat untuk memperluas jangkauan KPU dalam mendekatkan pemilu kepada masyarakat, dan ini merupakan salah satu strategi dan cara yang ditempuh KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai pemilu dan demokrasi, demikian disampaikan Juri Ardiantoro, Ketua KPU RI dalam sambutannya, saat meresmikan Rumah Pintar Tambora KPU Kabupaten Dompu, pada Kamis (20/10). 

    Hadir dalam Peresmian Rumah Pintar Pemilu Tambora, Ketua KPU Prov. NTB Lalu Aksar Ansori, Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin, dan para Pimpinana Partai Politik se-Kab.Dompu, Para Ketua/Anggota KPU Kab/Kota se-NTB, Kepala Dikpora Kab. Dompu, serta siswa siswi SMA peserta finalis Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK/MA,

    KPU RI menyampaikan, selamat dan penghargaan yang tinggi kepada KPU Kab. Dompu, yang walaupun rumah pintar pemilunya belum diresmikan, tetapi sudah berkreativitas, dengan membuat berbagai program dan telah dilaksanakan dengan baik dan sukses.”Jadi, selamat kepada teman-teman KPU Kab. Dompu”, kata Juri Ardiantoro.

    KPU RI berharap, agar Rumah Pintar Pemilu bisa terwujut di Kab/Kota di seluruh Indonesia,  dan Kab. Dompu menjadi salah satu projeck yang lebih awal didirikan. “Didalam RPP ini, berbagai macam program dapat direncanakan dan dilakukan, Kedepan KPU pusat akan mengagendakan dan menyusun program tindak lanjut rumah pintar pemilu ini”, terang Juri Ardiantor.

    Juri Ardiantoro menegaskan, masyarakat sudah harus mulai menganggap, bahwa  pemilu itu menjadi bagian  dari kehidupannya, dan salah satu yang harus kita pikirkan adalah,  bagaimana kedepan Pemilu itu tidak lagi asing bagi masyarakat, masyarakat akan datang berbondong-bodong mendatangi TPS pada saat hari pemungutan suara,  walaupun ini sudah ditunjukkan oleh masyarakat Dompu, yang tingkat partinsipasinya diatas delapan puluh porsen. “ini capaian yang luar biasa, karena rata-rata nasional tingkat partisipasinya pada pemilu legislatif tidak sampai 75 %, dan rata-rata tingkat partisipasi dari 268 daerah tingkat partisipasinya hanya 70 %,  itupun sumbangan terbesarnya dari wilayah Provinsi NTB”,terang Juri Ardiantor.  Karena daerah lain, lanjutnya, justru kecendrungannya menurun drastis, ada banyak daerah terutama di daerah daerah kota besar,  tingkat partisipasi pemilihnya semakin turun, dan Juri Ardiantoro, mencontohkan seperti di Kota Medan tingkat partisipasinya hanya 26,7 %, padahal lima tahun sebelumnya tingkat partisipasinya cukup tinggi. 
    Selanjutnya tugas besar KPU adalah membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pemilu, jika masyarakat sudah merasa bahwa pemilu itu penting dan kemudian berbondong-bondong datang ke TPS.
    Menurut Juri Ardiantoro, bagiamanapun dan dengan cara apapun pemilu dilaksanakan, kehadiran dan semangat masyarakat dalam menggunakan hak pilih, menjadi sangat penting karena dengan demikian masyarakat menganggap pemilu itu sangat penditing kenapa, karena pemilu itu kesempatan kita untuk menentukan memilih siapa orang-orang disekitar kita yang pantas  mewakili kepetingan masyarakat didalam perjuangkan kehidupannya,  entah itu sebagai Bupati, sebagai Gubernur, entah itu sebagai DPR, maupun sebagai DPRD. 

    Dijelaskan, kedepan masyarakat akan mengahadapi agenda kepemiluan, baik lokal maupun nasional dimana di tahun 2017 akan ada pemilihan Kepala Daerah di 101 daerah diseluruh Indonesia dan Pada Tahun 2018 akan ada Pilkada Gubernur di NTB, dan Pemilihan Bupati/Walikota. Selanjutnya pada tahun 2019 akan dilaksanakan pemilu serentak untuk pertama kali  secara nasional, yakni Pemilu DPR, DPD dan Presiden dan Wakil Presiden. “Kalau dilakukan secara serentak dalam satu hari, saya menyatakan kalao karena undang-undangnya belum pernah dibahas apalagi ditetapkan”,tegas Juri Ardiantoro.  Maka, lanjutnya,  kita mengandaikan saja pemilu dilakukan dalam satu kesempatan, maka pemilih yang datang ke TPS akan diberikan lima lembar surat suara, yakni : satu,  surat suara DPR, dua,  surat suara DPD, tiga, surat suara DPRD Provinsi, dan empat, surat suara DPRD Kab/Kota serta yang kelima, surat suara Presiden dan Wakil Presiden. “Mudah mudahan tidak semakin dibuat pusing ketika menggunakan hak pilih, dan system pemilu legislatifnya masih seperti yang lalu yakni proporsional daftar calon terbuka maka kerumitannya semakin bertambah dan kompleksitasnya semakin tinggi  oleh karena itu, jauh jauh hari sebelum tahun 2019, KPU punya banyak kewajiban untuk mensosialisasikan apa-apa yang perlu diketahi oleh masyarakat mengenai agenda kepemiluan kedepan, dan khususnya pemilu nasional tahun 2019, dan Rumah Pintar Pemilu punya peranan yang sangat penting dalam rangka mensosialisasikan apa-apa yang baru dan bisa dilakukan masyarakat pada agenda kepemiluan kita yang akan datang.

Kamis, 22 September 2016

SMK KESEHATAN YAPIK GERBANG DOMPU KUNJUNGI RUMAH PINTAR PEMILU TAMBORA

Untuk mewujudkan  pelaksanaan  penyelenggaraan   pemilu  mensyaratkan  adanya  pemahaman dalam berdemokrasi  bagi siswa yang  menjadi  pewaris  yang meluruskan  demokrasi kedepan   serta untuk menguatkan  kapasitas sebagai pemilih pemula  sebagai  landasan  untuk mengenal demokrasi dan pemilu. Untuk itu, Pada Rabu (21/09) Siswa, Siswi dan Guru Pendamping serta Kepala Sekolah SMK Kesehatan YAPIK Gerbang Dompu  mengunjungi  Rumah  Pintar  Pemilu Tambora sebagai wahana  edukasi juga Pendidikan Pemilih, untuk mengetahui   sejarah pemilu  serta proses pelaksanaan  pemungutan suara.  Dalam kunjungan  tersebut  para siswa  dan guru   pendamping dapat menimba  ilmu untuk dijadikan  landasan  dalam pelaksanaan  pemilu maupun pemilihan kepala daerah  mendatang.

KPU   selaku fasilitasi kegiatan  serta  untuk mewujudkan  pelaksanaan kunjungan   memberikan kesempatan  kepada  siswa  untuk melihat  dan menanyakan tentang  hal- hal  yang berhubungan  proses  pelaksanaan  pemungutan  suara  dan pelaksanaan  demokrasi, Diselah  kunjungan nya   Guru Pendamping  SMK  KESEHATAN  YAPIK Gerbang Dompu   selaku  koordinator  kunjungan menyatakan, "Pelayanan dari KPU Dompu sangat ramah dan bersahabat, tempatnya sangat bersih serta penataan informasi Pemilu sangat lengkap dan rapi".

Pendidikan Pemilih yang ada di Rumah Pintar Pemilu Tambora merupakan tempat menimbah ilmu bagi  siswa  di  Tingkat  SMA, ini merupakan  suatu langkah  positif   terhadap  siswa  untuk memahami  demokrasi, sehingga  Pendidikan Pemilih khususnya bagi Pemilih pemula sangat berguna dan bermanfaat untuk memberikan pengetahuan tentang kepemiluan serta dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat tambah Astuti yang juga Guru Pendamping Siswa SMK Kesehatan Yapik Gerbang Dompu. (Humas)

Jumat, 16 September 2016

Kunjungan SMAN 3 DOMPU ke Rumah Pintar Pemilu Tambora

Untuk mewujudkan pelaksanaan  penyelenggaraan  Pemilihan  Ketua Osis  mensyaratkan  adanya pemahaman  dalam berdemokrasi  bagi siswa yang  melaksanakan  kegiatan  pemilihan   serta  untuk menguatkan  kapasitas sebagai penyelenggaraan  pemilihan khususnya  panitia Pemilos  SMAN   3 Dompu  mengunjungi  Rumah  Pintar  Pemilu   Tambora  sebagai wahana  edukasi , untuk mengetahui   sejarah pemilu  serta  proses  pelaksanaan  pemungutan suara.  Dalam kunjungan tersebut  para siswa  selaku  panitia  Pemilos  dan guru  pembina  dapat menimba  ilmu untuk dijadikan  landasan  dalam pelaksanaan  pemilihan Pemilos  nanti.

 Kegiatan tersebut  dilaksanakan  pada  hari Kamis  tanggal  15  September 2016  bertempat  di  Kantor  Komisi  Pemilihan  Umum  Kabupaten  Dompu, sekaligus Rumah Pintar Pemilu Tambora  dari  jam  08:00 Wita sampai selesai.

KPU   Dompu selaku fasilitasi kegiatan  Pemilos  di SMAN 3 Dompu  memberikan  kesempatan kepada  siswa  yang  mengunjungi  Rumah  Pintar Pemilu  Tambora untuk melihat  dan menanyakan tentang  hal – hal  yang berhubungan  proses  pelaksanaan  pemungutan  suara  dan  pelaksanaan demokrasi,  disela  kunjungannya   Pembina  Osis  SMAN 3  Dompu  selaku  koordinator  kunjungan menyatakan,    Bahwa  KPU  Kabupaten Dompu  Menfasilitasi pelaksanaan  Pemilos  di  Tingkat SMA/SMK/MA ini merupakan “Suatu langkah  positif   terhadap  siswa  untuk memahami demokrasi dengan  baik, sehingga  fasilitasi pendidikan pemilih  yang dilaksanakan  oleh KPU  merupakan suatu hal  yang memberikan  pengetahuan dan pengalaman  semoga kegiatan ini bisa tetap berjalan” tambah  Ida Farida.

                                                                                                                                                                                                                                                                    
                   
      
Berikut Video Tanggapan serta Saran Guru dan Siswa SMAN 3 Dompu dalam kunjungannya ke Rumah Pintar Pemilu Tambora.

Kamis, 30 Juni 2016

PERSIAPAN LAUNCHING, TIM KREATIF TERUS BEKERJA

Anggota KPU (Suherman, S.Pd) bersama Sekretaris H. Irham, SH, M.Si
Dompu,- Rumah Pintar Pemilu Tambora yang telah didirikan oleh KPU Kabupaten Dompu akan di launching pada pertengahan agustus 2016 bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71. Dalam upaya tersebut saat ini lembaga tersebut terus bekerja menata, mendisgn dan menyiapkan materi-materi untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi pada rumah pintar tersebut.

Sekretaris KPU Kabupaten Dompu, Irham, SH menjelaskan pihaknya saat ini terus memantau dan berkoordinasi dengan tim kretif yang telah dibentuk oleh KPU Kabupaten Dompu agar pelaksaan kegiatan penataan Rumah Pintar dapat diselesaikan dengan cepat mengingat pihaknya telah menargetkan waktu launching. Melalui tim kreatif saat ini teah melakukkan bebrapa kegiatan, diantaranya pembuatan TPS untuk pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi penghitungan suara. Pembuatan panel dinding panel dinding untk informasi dan data-data kepemiluan. Penataan perlengkapan kebutuhan ruang diskusi dan audio visual. “alhamdulillah hasilnya dapat dilihat sebagian dan semoga semuanya segera selesai sesuai target.” jelasnya

Untuk diketahui bahwa KPU Kabuapten Dompu telah mendirikan Rumah Pintar Pemilu Tambora sebagai wadah fasilitasi kegiatan pusat pendidikan pemilih. Adapun program kegitannya antara lain kegiatan seminar, diskusi, fasilitasi pemilihan Ketua OSIS SMA/SMK/MA, melaksanakan kegiatan lomba-loma kepemiluan, KPU goes to school, dan fasilitasi kunjungan pelajar ke rumah pintar. Pada Rumah Pintar tersebut disediakan ruang simulasi untuk melalukkan simulasi pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi penghitungan suara. Ruang diskusi dan audio visual untuk melakukkan kegiatan diskusi/seminar dan kegiatan pemutaran film/dokumentasi sejarah-sejarah pemilu, kegiatan-kegiatan pemilu dan sebagainya. Ruang pameran untuk menampilkan informasi dan data pemilu melalui panel-panel dinding. (Humas)

Kamis, 02 Juni 2016

SEMINAR PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK PENGEMBANGAN KOMUNITAS PEDULI DEMOKRASI DAN PEMILU

     
Dompu – NTB, Untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas, pemilih harus menggunakan hak pilihnya dengan cerdas, yaitu memilih dengan akal sehat dan hati nurani. Keberadaan pemilih pemula cukup penting diajak dan menentukan terhadap partisipasi pemilih. Adanya program pengembangan komunitas peduli pemilu dan demokrasi merupakan ikhtiar untuk melahirkan embrio komunitas yang peduli dengan isu-isu pemilu dan demokrasi. Embrio ini kemudian diharapkan tumbuh dan berkembang secara mandiri. Dalam jangka panjang, entitas ini dapat menjadi mitra strategis KPU dan masyarakat untuk bersama-sama membangun mutu pemilu dan demokrasi. Dari gambaran tersebut, KPU Kab. Dompu melaksanakan Seminar Pendidikan Pemilih dengan tema “Pengembangan Komunitas Peduli Demokrasi dan Pemilu” pada hari Rabu, 1 Juni 2016 di Ruangan Aula Rumah Pintar Pemilu KPU Kab. Dompu.
   Peserta dalam seminar tersebut berasal dari 6 Kecamatan yang ada di Kab. Dompu, dengan jumlah peserta 70 orang dari kalangan mahasiswa, pelajar SMA/SMK/MAN dan guru PPKN sebagai pendamping masing-masing sekolah. Dua Narasumber dalam seminar tersebut yakni Agus, M.Si (Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan KPU Prov. NTB) dan Dr. Nuril Furkan (Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dikpora Kab. Dompu) dengan Moderator Ilyas, M.Pd (Akademisi).
   Kegiatan seminar yang dilaksanakan pada pagi hari ini merupakan bagian dari kegiatan Rumah Pintar Pemilu (RPP) dengan maksud untuk menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat umum dalam melakukan edukasi nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan, tegas Divisi Hukum dan Pengawasan, Drs. Arifuddin, dalam sambutannya selaku PLH Ketua KPU Dompu.
   Harus disadari juga bahwa pendidikan pemilih merupakan elemen penting dalam demokrasi. Pemilih yang rasional menjadi ukuran kualitas demokrasi suatu Negara. Indikasi pemilih dalam menentukan pilihan politinya, yaitu tidak lagi berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek. “Uang, kekuasaan dan kompensasi politik yang bersifat individual, inilah yang menjauhkan dari pemilih yang rasional dalam menunjang kualitas demokrasi,” tambah Arifuddin.

   Pada kesempatan yang sama, Agus, M.Si, yang diberi kesempatan menjadi narasumber pertama, mengatakan bahwa pemilih merupakan entitas yang penting dalam pemilu. Entitas ini dapat membangun wacana, menggerakkan partisipasi, dan melahirkan kritik - auto kritik tentang narasi-narasi besar pemilu dan demokrasi. Eksistensi entitas ini akan memperkuat sisi masyarakat sipil untuk berkontribusi secara langsung bagi penguatan demokrasi, secara khusus terkait dengan mutu pemilu.

   Jika dilihat dari sisi kesejahteraan rakyat, maka pemilu itu harus menghasilkan pemimpin yan mempunyai kapasitas dan harus didukung oleh pemilih yang cerdas dan rasional untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemilih harus di fasilitasi dan Pemilih juga harus ditingkatkan kecerdasannya sebagai komunitas peduli demokrasi dan pemilu. Dalam konteks tersebut, KPU menjadikan diri sebagai fasilitator, memfasilitasi pemilih, semua stakeholder, parpol dan pemangku kepentingan lainnya, tambah Agus.

   “Kami memanfaatkan agen sebagai komunikator dengan memberikan pelatihan tentang demokrasi dan kepemiluan. Agen Komuniktor tersebut adalah guru, pengurus OSIS, aktifis, LSM, ormas, media dan pemerintah. Materi yang perlu di transfer kepada agen komunikator tersebut berupa: Konsep dan metode demokrasi, Konsep dan metode tentang pemilu, Pemilu yang demokratis, Merancang pemilu yang demokratis, Sejarah pemilu di Indoensia, Penyelenggara pemilu, Peserta pemilu, Tahapan pemilu, Tata cara pemungutan suara dan peradilan pemilu,” ungkap Divisi Sosialisasi Agus.

   Narasumber berikutnya, Dr. Nuril Furkan, menyampaikan bahwa keburukan pada pemilih generasi dewasa di Dompu kali ini hendaknya dijadikan sarana dan motivasi untuk menumbuhkan kesadaran pemilih pada generasi muda, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa yang notabene pemilih pemula. Para peserta yang merupakan orang-orang pilihan disekolah masing-masing diharapkan dapat menjadi cikal-bakal komunitas peduli demokrasi, yang akan segera diprogramkan pembentukannya oleh Dikpora Dompu.

   Diakhir acara, KPU Dompu memberikan Sertifikat kepada Narasumber, Moderator dan peserta. Peserta merasa cukup puas dan bangga dengan adanya seminar pendidikan pemilih ini, harapan bersar kepada KPU Dompu yntuk segera merealisasikan Rumah Pintar Pemilu, serta terus melakukan banyak kegiatan, khususnya untuk pengembangan komunitas demokrasi dan pemili di kalangan mahasiswa dan pelajar. 


Jumat, 20 Mei 2016

KPU Gelar Rakornas Pilot Project Rumah Pintar Pemilu

Denpasar,- Pendidikan Pemilih merupakan salah satu instrumen penting dalam peningkatan partisipasi pemilih dalam pemilu. Untu itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berikhtiar dan berupaya meningkatkan partisipasi pemilih dari waktu ke waktu. Salah satu upaya tersebut dijewantahkan dalam program pembentukan Rumah Pintar Pemilu.
Rumah pintar diharapkan dapat memberikan informasi pendidikan yang utuh terkait dengan demokrasi dan pemilu kepada masyarakat yang pada akhirnya masyarakat dapat memahami betul akan hal itu kemudian membangkitkan gairah dan semangat untuk berpartisipasi baik secara kuantitas dan kualitas dalam seluruh penyelenggaraan pemilu maupun pilkada.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU RI Husni Kamil Manik pada saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Rumah Pintar Pemilu di Kantor KPU provinsi Bali, Kamis (19/05).

Husni mengungkapkan “Ada banyak pertanyaan, kenapa harus ada rumah pintar, itu bukan berarti selama ini masyarakat tidak pintar. Tetapi kita ingin merumahkan orang-orang pintar. Kita kumpulkan mereka agar mau berpartispasi dalam seluruh proses pemilu agar kedepan kegiatan pemilu jauh lebih baik.
Lebih jauh Dihadapan peserta rakor dan tamu undangan lainnya Husni menyampaikan bahwa selain mengembangkan program pilot project Rumah Pintar Pemilu dan PPID, KPU saat ini sedang mengembangkan program pendidikan S2 tata kelola pemilu bagi staf PNS di lingkup sekretariat jenderal KPU yang bekerja sama dengan sepuluh Universitas terkemuka di indonesia. "ini upaya kami mendorong peningkatan kualitas penyelenggara pemilu dari masa ke masa agar kedepan pemilu ini dapat di kelola dengan baik."jelasnya.
Sementara itu sebelumnya Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan bahwa KPU bali sangat mendukung mendukung program PPID sebagai akuntabilitas dan transparansi publik yang diimplemntasikan dengan terfasilitasinya pusat pelayanan informasi publik di KPU Bali. begitupun dengan Rumah Pintar Pemilu dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal edukasi pemilu, KPU Bali telah mendirikan Rumah Pintar Pemilu Bali dengan memadukan unsur seni dan budaya bali. "Untuk selanjutnya mohon arahan KPU RI yang nantinya akan melakukkan peresmian dan sharing informasi dari teman2 yang mungkin jauh lebih baik dari apa yang kami lakukkan saat ini." harapnya.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antar KPU Provinsi Bali dengan stakeholder diantaranya Univeristas Udayana, ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar, STP Nusa Dua Bali dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Bali dalam pemanfaatan Rumah Pintar Pemilu serta menandatangani nota kesepahaman dengan Komisi Informasi Provinsi Bali dan Ombusman RI perwakilan Bali terkait keterbukaan dan pelayanan informasi publik.
Pembukaan kegiatan rakornas tersebut dirangkaikan dengan peresmian/launching rumah pintar pemilu dan pusat informasi pelayanan publik KPU Provinsi Bali oleh Ketua dan anggota KPU yang didampingi oleh Ketua dan anggota KPU Provinsi Bali.

Untuk di ketahui, acara rakornas yang rencananya akan dilaksanakan selama 3 (tiga) dihadiri oleh Anggota KPU Devisi Sosialisasi dan Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Provinsi dan Kabupaten/kota se indonesia yang menjadi pilot project yang terdiri dari 19 Provinsi dan 18 Kabupaten/kota yang salah satunya adalah KPU Kabupaten Dompu. (Humas)

Jumat, 29 April 2016

KPU DOMPU DIRIKAN RUMAH PINTAR PEMILU TAMBORA

KPU DOMPU DIRIKAN RUMAH PINTAR PEMILU TAMBORA

"Bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas demokrasi dan pemilu melalui pendidikan pemilih yang terkonsolidasi". Suherman

KPU KAB. DOMPU - Jln. Bhayangkara No. 6 Dompu
Pendidikan pemilih merupakan suatu usaha sadar menanamkan nilai-nilai tentang demokrasi dan pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kepada warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pemilu atau potensial pemilih dalam rentang waktu kemudian. Pendidikan pemilih menjadi penting dilihat dari beberapa alasan, pertama membantu penyelenggara pemilu melaksanakan pemilu dengan baik. Semakin banyak pemilih yang paham dengan proses pemilu dan demokrasi dapat meringankan dan memudahkan kerja dari penyelenggara pemilu karena masing-masing sudah paham dengan proses dan bagaimana pemilih seharusnya bertindak. Kedua, Meningkatkan partisipasi pemilih baik secara kunatitatif dengan meningkatnya angka partisipasi maupun secara kualitatif kesadaran kritis untuk mengontrol, mengawasi tahapan dan proses pemilu. Ketiga, memperkuat system demokrasi. Pendidikan pemilih membentuk nilai dan kesadaran akan peran, hak, dan tanggungjawab serta kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kerangka mewujudkan pendidikan pemilih yang terstandar, sistematis dan berekesinambungan dari aspek materi, sarana prasarana, bahan dan alat peraga serta tenaga pedidik. KPU Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah dari 18 kabupaten/kota di Indonesia yang dijadikan sebagai pilot projek pusat pendidikan pemilih telah membentuk sebuah wadah pendidikan pemilih yang dinamakan Rumah Pintar Pemilu Tambora.

Komisioner, Ketua Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Suherman mengatakan bahwa Rumah Pintar Pemilu Tambora ini merupakan sebuah konsep pendidkan pemilih yang dilakukkan dengan memanfaatkan beberapa ruangan yang ada di KPU Kabupaten Dompu untuk melakukkan aktifitas pendidikan pemilih. Jadi, KPU Kabupaten Dompu nantinya akan menyediakan 4 (empat) ruangan, diantaranya Ruang Diskusi, Pameran, Simulasi dan Ruang Audio Visual. Keempat ruangan tersebut memiliki fungsi edukasi dan tampilan masing-masing. Ruang Diskusi merupakan ruang audiensi atau pertemuan/diskusi/worshop/seminar tentang pemilu dan demokrasi dengan mengundang/memfasilitasi masyarakat umum dari berbagai segment yang akan melakhirkan banyaka ide/gagasan/evaluasi untuk proses perbaikan pemilu dan demokrasi. Ruang pameran merupakan untuk menampilkan panel-panel, data-data inforgrafik pemilu dan pilkada, serta informasi-inforamsi tentang pemilu. Ruang simulasi merupakan ruang tempat melakukan simulasi pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi penghitungan suara. Sedangkan ruang audio visual merupakan ruang dimana akan ditampilkan, pemutaran video/film tentang kepamiluan yang meliputi, sejarah pemilu, sejarah KPU, tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu dan sebagainya. “Alhamdulillah keempat ruang tersebut telah disiapkan dan dalam waktu dekat akan ditata dengan baik.” Jelasnya

Dia menambahkan Rumah pintar pemilu tambora sebagai wahana edukasi bagi masyarakat kedepannya bisa dijadikan sebagai museum demokrasi di Bumi Nggahi Rawi Pahu. Namun tentu saja apa yang dilaksanakan oleh KPU saat ini sebagai ikhtiar membangun demokarsi dan pemilu kita kearah yang lebih baik tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanyanya kerja sama/dukungan semua pihak di daerah. Untuk itu, dia mengajak dengan sadar kepada masyarakat umum, partai politik, akademisi, instansi/institusi pendidikan, terutama mahasiswa dan pelajar untuk nantinya memanfaatkan wadah ini sebagai tempat berdiskusi, bersimulasi dan menimba pengetahuan dan pengalaman tentang demokrasi dan pemilu.”harapnya.


Untuk diketahui bahwa pembentukan Rumah Pintar Pemilu ini merupakan program nasional KPU RI dimulai sejak Tahun 2015 dengan Jumlah 27 Daerah yang terdiri dari 9 provinsi dan 18 kabupaten/kota se Indonesia. Dimana daerah tersebut menjadi bagian dari pilot projek pusat pendidikan pemilih. (Humas)