Kamis, 19 April 2018

KPU Dompu Pleno Tetapkan DPT Pilgub NTB 2018

Saat Ketua KPU Kabupaten Dompu Serahkan BA Pleno Kepada Ketua Panwaslu Kabupaten Dompu, Swastari Haz Usai Rapat Pleno
Dompu,- KPU Kabupaten Dompu melakukan rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB Tahun 2018, Kamis (19/4).

Acara yang dihadiri oleh Ketua dan anggota Panwaslu Kab. Dompu, pejabat Dinas Dukcapil, pejabat polres dan dandim serta seluruh ketua dan anggota PPK Se Kabupaten Dompu dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Dompu didampingi oleh Anggota.

Dalam rapat pleno itu telah ditetapkan DPT Pemilihan gubernur dan wakil gubernur ntb tahun 2018 sebanyak 155.403 yang terdiri dari 77.011 laki-laki dan 78.392 perempuan berkurang dari jumlah DPS yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 157.283 pemilih.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Dompu, Rusdyanyo bahwa berkurannya data pemilih itu karena ada proses yang disaring oleh Sistem Data Pemilih (Sidalih) di KPU. Jadi jelasnya, Sidalih ini mampu menyaring pemilih-pemilih ganda baik ganda antar TPS, Desa bahkan antar kecamatan. Kalau dari hasil verifikasi faktual itu benar ganda, maka akan dicoret. Demikian halnya dengan elemen data kependudukan yang tidak seperti tidak ada NIK dan NKK, maka terhadap pemilih ini kita coret. "Jadi saat pleno kota hati ini, data pemilih kita klir, tidak ada yang ganda dan eror". Ujar Rusdy

Dalam rapat pleno itu, Ketua Panwasalu Kabupaten Dompu, Swastari Haz yang didampingi anggota menyampaikan beberapa catatan terkait dengan banyaknya berita acara perubahan paska pleno rekapitilasi DPSHP tingkat PPK termasuk menyoroti soal masih banyaknya pemilih yang belum memeiliki identitas kependudukan, belum memiliki NIK dan NKK. " bayangkan kita masih ada 3000 an pemilih yang belum memiliki KTP El, jangan sampai ini mengahlagi hak konsititusi warga negara untuk memilih". Jelasnya.

Oleh sebab itu lanjut Tari, kami meminta kepada dinas dukcapil agar melakukan langkah-langkah kongkrit untuk menyelesaikan persoalan ini, jangan sampai warga negara kehilangan hak konstitusionalnya. Jelasnya, 3000an pemilih itu setara dengan 2 kursi dalam pemilihan legislatif. "Ayolah, lakukan halhal kongkrit, ajak semua pihak minimal bersama-sama turun sosialisasi mengajak masyarakat kita untuk melakukan perekaman atau dengan melakukan jemput bola ke lapangan untuk melakukan perekaman." Himbaunya. 

Hal senanda disampaikan tim pasangan calon nomor urut 4, Muhammad Aulia menyoroti soal masih banyaknya pemilih yang belum memiliki KTP El atau Surat keterangan. Oeh karena itu, pihaknya meminta dinas dukcapil agar bekerja dengan profesionalisme untuk menyelesaikan persoalan itu. Sebab, paparnya pemilih tersebut akan terancam hak pilihnya dan itu merugikan kami sebagai partai politik peserta pemilu. "Kalau pemilih tersebut belum memiliki KTP Elektronik, maka kami yang rugi kehilangan kursi." Jelasnya.

Sementara itu kabid pelayanan dan pendataan dinas dukcapil, Nur Insani mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sinkronisasi data yang telah diserahkan KPU sebanyak 8.948 pemilih non KT elektronik dan Belum dipastikan kepemilikan KTP elektroniknya itu ditemukan sebanyak 1866 pemilih yang sudah merekam, sebanyak 3882 pemilih yang belum melakukan perekaman dan sisanya sebanyak 3200 datanya tidak valid karena elemen data kependudukannya tidak lengkap. Pada prinsipnya, dinas dukcapil tidak bisa melakukan perekaman terhadap pemilih yang tidak memiliki NIK. " kami tidak bisa melakukan perekaman pada pemilih yang tidak memiliki identitas apa-apa" jelasnya.

Untik diketahui, sebanyak 414 pemilih yang dicoret dalam DPT karena tidak memiliki NIK dengan rincian 6 pemilih di Kecamatan Hu'u, 281 pemilh di Kecamatan Woja, dan 127 pemilih di Kecamatan Pekat.

Hal itu sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat bahwa dalam hal sampai dengan masa perbaikan DPS Berakhir, dinas yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan catatan sipil didaerah tidak memberikan keterangan bahwa pemilih tersebut telah berdomisili diwilayah administratif yang sedang menyelenggarakan pemilihan, KPU mencoret pemilih tersebut dan menuangkan ke dalam berita acara yang ditandatangani oleh KPU Kabupaten/kota dan dinas terkait disaksikan oleh Panwas. Namun penjabat dinas dukcapil yang hadir tidak bersedia menandatangani Berita Acara tersebut dengan alasan tidak diberikan wewenang oleh Dirjen kependudukan Kemendagri. Selanjutanya terhadap pemilih itu akan disampaikan ke KPU RI. (Humas)

KPU Dompu Berikan Penghargaan PPK Terbaik

Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Dompu bersama Ketua PPK Dompu, Kempo dan Hu'u sesaat setelah menerima piagam penghargaan
Dompu,- Usai melakukan rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB Tahun 2018, KPU Kabupaten Dompu memberikan piagam penghargaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terbaik dalam pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih, Kamis (19/4)

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua dan anggota KPU Kabupaten Dompu dihadapan Ketua dan Anggota Panwaslu serta ketua dan anggota PPK se Kabupaten Dompu. Penghargaan terbaik 1 diberikan kepada PPK Dompu, terbaik 2 diraih PPK Kempo dan Terbaik 3 adalah PPK Hu'u.

Sebelumnya Anggota KPU Kabupaten Dompu Devisi SDM dan Parmas, Suherman menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada PPK yang dinilai selama pelaksanaan pemutahiran data pemilih ini memenuhi kriteria-kriteria diantaranya memenuhi salah satu kewajibanya yaitu membuat laporan tertulis setiap periodik, menunjukan soliditas dan kekompakan selama proses termasuk dalam setiap pelaksanaan kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh KPU, Menunjukan responsibiltas terhadap rekomendasi panwas, maupun instruksi, arahan dan informasi-informasi yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Dompu termasuk dalam hal kreatifitas sosialisasi dalam proses pemutakhiran data pemilih. 

"Berdasarkan kriteria-kriteria itu, kami memutuskan memberikan penghargaan kepada PPK Dompu sebagai terbaik 1, PPK Kempo terbaik 2 dan PPK Hu'u terbaik 3." Ungkapnya.

Lanjut herman bahwa penghargaan ini diberikan kepada 3 PPK saja bukan berarti PPK yang lain tidak baik, namun ini sebagai upaya untuk memotivasi semuanya agar berkinerja lebih baik lagi, pungkasnya. (Humas)

Minggu, 15 April 2018

KPU Dompu Berikan Penghargaan PPS terbaik


Ketua KPU Kabupaten Dompu Saat Menyerahkan Piagam Penghargaan, Minggu (15/4)
Dompu,- KPU Kabupaten Dompu memberikan piagam pengahargaan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) terbaik dalam pemutakhiran data pemilih dan pembuatan peta TPS se Kabupaten Dompu. Piagam penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Dompu, Rusdyanto kepada masing-masing PPS Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu sebagai terbaik 1 (satu), PPS Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u sebagai terbaik 2 (dua) dan PPS Desa Keramat, Kecamatan Kilo sebagai terbaik 3 (tiga) sesaat sebelum penyerahan piala kepada juara pertandingan Volly persaudaraan antar PPK Se Kabupaten Dompu, Minggu (15/4).

Rusdy dalam sambutannya sebelum penyerahan piagam penghargaan mengatakan bahwa pengahargaan ini sebagai cara kami untuk memberikan motivasi PPS untuk terus meningkatkan kinerja pada setiap tahapan penyelenggaran pemilu. Kedepan, penghargaan yang sama akan diberikan juga kepada PPK namun setelah pleno penetapan DPT tingkat Kabupaten baru akan diserahkan. “penghargaan ini kami berikan dengan berbagai  pertimbangan, semoga ini dapat menajdi motivasi bagi peningkatan kinerja PPS kita kedepan.” ujarnya

Sebelumnya, Anggota KPU Kabupaten Dompu Sri Rahmawati mebacakan bahwa pengahargaan ini diberikan berdasarkan kriteria diantaranya pemutahiran data pemilih, kerapian dalam pembuatan peta TPS, kelengkapan informasi dan data pemilih yang disampaikan dalam peta TPS. Selanjutnya dari krteria itu, ditetapkan sebanyak 10 PPS yang masuk nominasi diantaranya PPS Kelurahan Bali Satu, PPS Desa Kareke, PPS Desa Manggeasi, PPS Kelurahan Potu, dan PPS Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu, PPS Desa Rasabou Kecamatan Hu’u, PPS Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja, PPS Desa Mbuju dan PPS Desa Keramat Kecamatan Kilo. Dan dari 10 nominator itu ujarnya, terpilihlah 3 (Tiga) terbaik. (Humas)

Sabtu, 14 April 2018

Bangun Solitidas Melalui Pertandingan Volly Persaudaraan

Dompu,- Pemilu itu pekerjaan yang tidak mudah, membutuhkan energy yang cukup besar untuk mensukseskannya, butuh penyelenggara pemilu yang solid untuk mewujudkan pemilu yang berntegritas dan bermartabat. Membangun soliditas penyelenggara pemilu bisa dilakukan dengan berbagai macama cara, salah satunya dengan pertandingan volley persaudaraan antar PPK se Kabupaten Dompu yang dilaksanakan, Sabtu (15/4) bertempat di lapangan Voly KPU Kabupaten Dompu.

Ketua KPU Kabupaten Dompu, Rusdyanto pada saat membuka acara itu mengatakan bahwa pertandingan ini adalah memontum bagi kita untuk terus membangun silaturahmi dan kesoliditan kita sebagai penyelenggara pemilu. Juga sebagai momentum meperingati hari jadi Dompu yang ke 203 tahun. “Jadi pertandingan ini bukan untuk mengejar prestasi, namun lebih pada persaudaraan. Untuk itu, mari bertanding dengan santai namun penuh sportifitas.” Ajaknya

Lebih jauh ia mengatakan bahwa saat ini berdasarkan temuan sidalih kita masih ada dat-data yang error dan ganda di beberapa kecamatan. Untuk itu, himbaunya sebelum kami pleno di tingkat kabupaten, mohon teman-teman PPK mengecek kembali data tersebut dengan cara memverifikasi faktual terutama bagi yang masih ganda. Rusdy berharap agar pdata pemilih ini benar-benar akurat dan valid hingga ditetapkan sebagai DPT nantinya. Untuk itu, terhadap data pemilih ini, KPU Kabupaten Dompu akan memberikan penghargaan kepada PPS yang berkinerja baik.

“Insha Allah, hari ini juga setlah kegiatan vooly ini berahir. Kami akan memberikan pengahragaan bagi PPS yang kinerjanya baik selama proses coklit sampai dengan penetapan DPSHP.”Ujarnya (Humas)

Rabu, 11 April 2018

Pilgub NTB 2018 Menyapa Tambora : Peserta Antusias

Anggota KPU Propinsi NTB, Hesty Rahayu dihadapan ratusan peserta sosialisasi, selasa (10/4)
Dompu,- Komisi Pemilihan Umum Propinsi NTB mengadakan acara sosialisasi tatap muka pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB tahun 2018 kepada komunitas pramuka di Bumi Perkemahan, Sarae Nduha, Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Selasa (10/4). Sosialisasi yang bertajuk “Pilgub NTB Menyapa Tambora” itu dilaksanakan bertempatan dengan momentum Festival Pesona Tambora dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Dompu ke 203.

Ketua KPU Kabupaten Dompu, Rusdyanto dalam pengantar sosialiasinya menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini bagian dari cara KPU untuk memberikan pengetahuan, informasi kepemiluan kepada pemilih pemula agar dapat berpartisipasi aktif memberikan hak pilihnya pada momentum Pemilu maupun Pilkada. “kami harapkan melalui sosialisasi ini adek-adek pemilih pemula mendapatkan informasi yang cukup sehingga dapat menggunkan hak pilihnya dengan benar nantinya” ujar Rsudy

Sementara itu, anggota KPU Propinsi NTB, Hesti Rahayu dalam sosialisasinya menyampaikan pentingnya menjadi pemilih cerdas, pemilih yang memilih calon pemimpin berdasarkan visi-misi dan program calonnya. “kalian kalau memilih pacar saja, punya kriteria-kriteria, nah apalagi memilih pemimpin’” Ujar Hesty memberikan motivasi yang disambut antusias peserta.

Lanjutnya, untul kalian ketahui bahwa pada hari Rabu, 27 Juni 2018 nanti kita akan memilih gubernur dan wakil gubernur NTB tahun 2018 yang akan memimpin kita lima tahun kedepan. Untuk itu, ajaknya bagi yang sudah memnuhi syarat dan telah terdaftar dalam daftar pemilih ayo gunakan hak pilih kalian, jangan golput. Karena golput alias tidak memilih adalah perbuatan yang tidak bertanggungjawab. “Ingat ya, diujung jarimu masa depan NTB ditentukan, tegasnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Anggota KPU Kabupaten Dompu, Suherman bahwa memilih pemimpin itu penting, jadi jangan golput. Namun tentu saja, memilih pemimpin yang baik, ketika pemimpin yang kita pilih adalam pemimpin yang baik, maka tentu saja akan membwa kesejahteraan dan kemakmuran bagi kita. Namun sebaliknya ketika kalian salah memilih pemimpin, maka harapan kita untuk mewujudkan pendidikan. kesehatan, ekonomi  yang baik adalah mimpi belaka. 

“jangan mimpi jalan kita baik, pendidikan kita baik, ekonomi kita baik, kalau pemimpin yang adik-adik pilih adalah pemimpin yang tidak baik.” Papar Herman seraya mengajak peserta untuk menjadi pemilih cerdas yang memilih pemimpin berkualitas.

Pantauan dilapangan acara yang berlangsung selama kurang lebin tiga jam itu berlangsung cukup meriah dengan peserta sebanyak lebih dari 250 orang yang berasal dari Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Lombok Timur. Acara sosilaisasi itu dilaksanakan dengan penuh santai dan traktif dengan pembagian souvenir berupa baju kais dan paying.  Diakhir acara, KPU Provinsi NTB, KPU Kabupaten Dompu dan peserta sosialisasi memebacakan pernyataan sikap untuk secara bersama-sama mensukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB pada hari Rabu, 27 Juni 2018 nanti. (Humas/HP)


Senin, 09 April 2018

Inilah DAPIL Dompu Dalam Pemilu Tahun 2019

















Dompu, Akhirnya Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Dompu Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 yang sebelumnya 3 (tiga) daerah pemilihan menjadi 4 (empat) daerah pemilihan. Hal itu sesuai dengan keputusan KPU Republik Indonesia Nomor 281/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018 tentang Penetapan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan PErwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 tanggal 4 April 2018.

Ketua KPU Kabupaten Dompu Rusdyanto sesaat setelah menerima surat Keputusan itu menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak (stakeholders) yang telah memberikan masukan dan saran terkait dengan usulan Dapil mulai dari diskusi, rapat kerja, rapat koordinasi dan uji publik. Akhirnya dari masukan dan saran itu KPU Dompu berkesimpulan untuk mengajukan 4 (empat) Dapil ke KPU RI melalui KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Alhamdulillah KPU Provinsi NTB telah memperjuangkan dalam pembahasan di KPU RI.

"Alhamdulillah kita bersyukur bahwa Pemilu 2019 nanti Dompu menjadi 4 (empat) Dapil sesuai dengan usulan yang disampaikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang - undangan."

"Untuk diketahui lanjutnya sesuai dengan SK tersebut bahwa Dompu 1 meliputi Kecamatan Dompu, Hu'u dan Pajo dengan alokasi 11 (sebelas) kursi, Dompu 2 meliputi Woja dengan alokasi 7 (tujuh) kursi, Dompu 3 meliputi Kilo dan Manggelewa dengan alokasi 6 (enam) kursi, serta Dompu 4 meliputi Kempo dan Pekat dengan alokasi 6 (enam) kursi." Semoga Dapil yang baru ini menjadikan Pemilu tahun 2019 menjadi lebih baik, demokratis dan bermartabat" harapnya. (Humas/FS)







Kamis, 05 April 2018

Aksar : Susun Rencana Kerja Dan Anggaran Harus Cermat



Mataram,-Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) merupakan penjabaran dari rencana program jangka menengah dan rencana strategis yang disusun untu 5 tahun. Untuk itu, tahun ini kita akan menyusun rencana kerja dan anggaran untuk kegiatan tahapan pemilu pada tahun anggaran 2019.

Demikian dikatakan Ketua KPU Propinsi NTB saat membuka acara rapat kerja penyusuna rencana kerja anggaran tahun 2019, Kamis (5/3) bertempat di Hotel Golden Palace.

Dalam acara yang dihadiri oleh Anggota KPU yang membidangi Devisi Perencanaan data dan sekretaris KPU Kabupaten/kota se NTB itu, Aksar mengingatkan bahwa di tahun 2018 ini kita sedang mengelola 2 (dua) mata anggaran yaitu APBN dan hibah melalui APBD. Untuk itu, kita dituntut untuk cermat dalam merealisasikan anggaran tersebut.

"Penyusunan rencana kerja dan anggaran untuk 2019, itu kita susun ditahun 2018. Untuk itu dalam menyusunan rencana dan realisasi nanti kita harus cermat". Ujarnya.

Ia menambahkan pada pemilu 2019 yang akan datang dibutuhkan anggaran yang sangat besar untuk badan adhock yaitu PPk, PPS dan KPPS, maka penting bagi kita untuk merencanakannya dengan baik. "Termasuk perencanaan logistiknya, harus direncanakan dengan baik dan itu bukan saja dilakukan pada tingkat sekretariat namun juga pada level devisi perencanaan dan data" jelas Aksar. (Humas/MN).