Agenda: - Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Dompu

Minggu, 09 Desember 2018

KPU Dompu Pleno Tetapkan DPTHP-2

Ket. Foto : Ketua KPU Kabupaten Dompu Rusdyanto Didampingi Anggota Saat Rapat Pleno Terbuka DPTHP 2, Minggu (9/11)

Dompu,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2), Minggu (9/11) bertempat di Kafe Uma Tua.

Rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Dompu Rusdyanto, didampingi empat anggota menetapkan DPTHP-2 untuk Pemilu 2019 sebanyak 162.180 pemilih terdiri dari 80.469 pemilih laki-laki dan 81.711 pemilih perempuan yang tersebar di 741 TPS.

Rusdy menjelaskan bahwa proses perbaikakan DPTHP 2 dilaksnakaan selama 30 hari berdasarkan kesepakatan Nasional antara KPU, Bawaslu dan Kemendagri. Dalam waktu tersebut, KPU Kabupaten Dompu telah melakukan berbagai upaya diantaranya melakukan pencermatan, pendataan terhadap warga negara yang belum terdaftar sebagai pemilih, dan melakuka verifikasi faktual terhadap data-data pemilih yang diragukan identitasnya atau data-data ganda serta melakukan kordinasi dengan stakeholders. 

"Ini bentuk komitmen KPU untuk melindungi hak pilih warga negara" tegasnya.

Lanjutnya, hasil pleno kita hari ini akan diplenokan di propinsi dan di tingkat nasional. Kita berharap agar saat pleno tingkat nasional sudah tidak ada lagi proses perbaikan-perbaikan. Namun demikian, KPU Kabupaten Dompu siap melaksanakan perintah kalaupun diminta untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

"Kita berharap ini pleno terakhir, semua datanya klir. Namun, kalaupun ada instruksi dari KPU RI terkait kelanjutan data pemilih ini. Kami siap melaksanakannya" Papar Rusdy (Humas)



Kamis, 29 November 2018

KPU Dompu Validasi Surat Suara Pemilu 2019

Ket. Foto :Anggota KPU Kabupaten Dompu Sri Rahmawati didampingi Operator Silon Menunjukan Spesimen Surat Suara Pemilu 2019, Jumat (30/11)
Anggota KPU Kabupaten Dompu Sri Rahmawati dan operator Silon tengah melakukan validasi surat suara pemilu tahun 2019 mulai tanggal 30 s.d 1 Desember 2018 di Hotel Borobudur Jakarta.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memastikan Surat Suara yang digunakan Tanggal 17 April 2019 sesuai dengan Data Base SILON, Data yang diinput dalam SILON harus Singkron untuk Kebutuhan Informasi Publik, dari Aplikasi SILON akan dilakukan  Pencetakan Formulir untuk Kebutuhan Pemungutan dan Penghitungan Suara mulai dari KPPS sampe Rekapitulasi  tingkat Kabupaten dan Rekapitulasi Nasional.

"Kami pastikan bahwa surat suara yang dicetak nantinya itu sesuai dengan data base Silon yang telah disampaikan oleh peserta pemilu, makanya hari ini kami Validasi" Jelas Rahma, Jumat (30/11)

Untuk diketahui papar Rahma bahwa Rekapitulasi Daftar Calon Tetap ( DCT ) Anggota DPRD Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 :
1. Dompu I  L: 105 P : 63 jumlah 168
2. Dompu II L : 62 P : 45 jumlah 107
3. Dompu III L : 59 P : 30 Jumlah 89
4. Dompu IV L : 59  P : 33 Jumlah 92 
Jumlah : 456 dengan Rincian L : 285 dan P : 171 (Humas)

KPU Dompu Siap Mengutus Peserta LCC Kepemiluan Tingkat Propinsi

Ket. Foto : Ketua KPU Kabupaten Dompu Rusdyanto saat acara sosialisasi forum warga.


Dompu,- KPU Propinsi NTB akan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kepemiluan tingkat pelajar sekolah menengah se Propinsi NTB. 

Dalam rangka menunjang kegiatan tersebut KPU Propinsi NTB melaui surat nomor 1669/HM.03.Und/52/Prov/XI/2018 meminta kepada KPU Kabupaten Kota Se NTB agar menyiapkan peserta di masing-masing Kabupaten/Kota sebanyak 10 orang untuk mengikuti kegiatan dimaksud. Adapun kegiatan itu akan dilaksanakan pada tanggaL 17 Desember 2018 bertempat di Epicentrum Mall Mataram.

Ketua KPU Kabupaten Dompu Rusdyanto mengapresiasi kegiatan LCC kepemiluan yang akan diselenggarakan oleh KPU Propinsi NTB. Untuk kegiatan LCC kepemiluan sendiri, KPU kabupaten Dompu telah melaksanakannya selama 3 tahun berturut-turut untuk tingkat Kabupaten Dompu dengan memeperebutkan piala bergilir Ketua KPU Propinsi NTB

Pada tahun 2018 ini jelas Rusdy, LCC kepemiluan tingkat Kabupaten Dompu telah melaksanakan babak penyisihan dan insha Allah akan melaksanakan babak semifinal dan grandfinal pada awal Desember

"Alhamdulillah apa yang menjadi harapan kami selama ini, agar LCC Kepemiluan tingkat Kabupaten Dompu itu dapat dilaksanakan tingkat Propinsi NTB terwujud" Jelas Rusdy, Jumat (30/11)

Lanjutnya, untuk Kabupaten Dompu tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari dan menyiapkan peserta karena tingggal menelyeleksi dari peserta yang masuk di babak grand final nantinya.

"Insha Allah kami siap mengutus peserta sesuai dengan permintaan KPU Propinsi NTB" Pungkasnya. (Humas)



Sabtu, 24 November 2018

Prof. Gatot : Seleksi KPU, Kami Berusaha Bekerja Secara Jujur, Objektif, Rasional dan Inpenden


Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowa saat memaparkan tahapan-tahapan seleksi anggota KPU Propinsi dan KPU Kabupaten/Kota se NTB, Minggu (25/11)

Proses seleksi anggota KPU Propinsi dan Kabupaten/Kota se NTB sedang berlangsung, saat ini proses pengumuman hasil tes psikologis. Dalam melaksanakan tugas ini, sebagai tim seleksi berpedoman pada peraturan dan keputusan KPU yang sudah sangat jelas sehingga tidak ada multitafsir diantara tim seleksi.

Untuk diketahui, ada ada lima tahapan dalam proses seleksi ini diantaranya seleksi administrasi, tes tertulis, tes psikologi, kesehatan dan wawancara. 

Demikian dikatakan Ketua Tim Seleksi Anggota KPU Propinsi NTB, Prof. Gatot  Swi Hendro Wibowo dalam acara sosialisasi rekrutmen anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, Minggu (25/11) bertempat di Lesehan Dapur Sasak.

"Dari beberapa tahapan itu, tugas timsel itu tidak banyak karena sebagian proses itu ditangani oleh pihak lain" Papar Gatot.

Perbedaan seleksi KPU propinsi dan Kabupaten kota adalah pada seleksi tertulis. Seleksi Anggota KPU Propinsi menggunakan passing grade dengan skor 60. Sementara untuk seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota menggunakan perengkingan. 

"untuk seleksi anggota KPU Propinsi, dari 43 orang peserta yang lulus hanya 12 orang. itulah sekarang yang mengikuti psikologi" Terang akademisi Unram ini.

Selanjutnya, saat ini tim seleksi sudah mengumumkan hasil tes psikologi berdasarkan hasil penilaian hasil tes psikologi untuk calon anggota propinsi penilaiannya terdiri dari direkomendasikan dan tidak direkomendasikan. Sementara bagi calon anggota KPU Kabupaten/Kota itu terdiri dari direkomendasikan, dipertimbangkan dan tidak direkomendasikan. 

"Dari semua proses seleksi itu, tim seleksi berusaha secara jujur, objektif, rasional dan inpenden" pungkasnya.

Jumat, 23 November 2018

KPU NTB Gelar Sosialisasi Logistik dan Tahapan Kampanye Pemilu 2019



Mataram,- KPU Propinsi NTB menggelar acara sosialisasi logistik dan tahapan kampanye pemilu 2019 yang dihadiri oleh Anggota dan Operator Kampanye KPU Kabupaten/Kota Se NTB, Sabtu (24/11) bertempat di Hotel Lombok Astoria

Anggota KPU Propinsi NTB Hesty Rahayu mengatakan bahwa tahapan pemilu sedang berjalan begitu kencangnya, banyak hal yang harus disiapkan oleh KPU untuk memenuhi kehendak-kehendak publik tetkait dengan tahapan-tahapan pemilu. Untuk itu, kita harus tetap bekerja dengan integritas dan profesionalitas dalam memenuhi kehendak pemilu untuk pemilu yang lebih baik. 

"banyak informasi-informasi kepemiluan yang menjadi hak publik untuk diketahui yang harus disampaikan dan sosialisasikan kepada publik secara terus menerus dan utuh. Untuk itu, peran-peran sosialisasi dan partisipasi masyarakat harus kita tingkatkan" Jelas Hesty

Ia juga mengingatkan, ada banyak hal yang menjadi isu strategis dalam pemilu yang harus kita kelola dan disosialisakan dengan baik diantaranya isu kampanye dan logistik. Soal tahapan kampanye, kita harus segera memenuhi hak peserta pemilu terkait APK nya. Sementara untuk isu logistik, kita harus menyiapkan logistik kita dengan baik. 

"apa-apa jenis logistik dan peruntukannya, jumlahnya berapa, dan pendistribusiannya seperti apa itu semua harus disosialisakan secara menyeluruh kepada masyarakat" Tegas Hesty

Sabtu, 17 November 2018

Arif : KPU Siap Melaksanakan Pemilu 2019



Jakarta,- Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk mengecek persiapan dan kesiapan kita untuk mensukseskan tahapan pemilu serentak tahun 2019. Bicara soal apakah kita siap, maka sesunghuhnya kita harus melihat indikator-indikator diantaranya soal anggaran. Kita mengukur apakah anggaran untuk pemilu sudah ada, cukup atau siap digunakan atau tidak. 

"Dan alhamdulilah anggaran kita untuk tahapan pemilu tahun 2018 dan 2019 sudah siap" Jelas Ketua KPU Republik Indonesia Arif Budiman saat memberikan sambutan pada acara rapat koordinasi Nasional Pemilub2019, Sabtu (17/11) di Ecovention Ancol

Selanjutnya kesiapan personil. Kita sudah melakukan proses rekrutmen 1309 personil anggota KPU Propinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Pun demikian ditingkat PPK, saat ini tengah dilakukan proses penambahan sesuai dengan putusan Mahkaham Konstitusi. 

Sementara untuk kesiapan dibidang logistik jelas Arif, saat ini kotak suara telah 100% selesai diproduksi, 76% sudah didistribusikan, sisanya masih dalam proses distribusi. Sekarang yang masih produksi tinta, sampul, segel. Sementata surat suara akan diproduksi pada awal januari. 

"Semua masih on schedul dan on the track bahkan dibidang logistik, KPU telah melakukan penghematan sebesar 548 M karena proses lelang melalui E-Katalog " Papar Arif di hadapan Mendagri yang hadir.

Selanjutnya untuk data pemilih, kita beberapa hari lalu telah rapat pleno DPTHP2 namun masih ada 8 Daerah yang masih diberikan kesempatan selama 30 hari kedepan untuk melakukan penyempurnaan.

"Sampai dengan tahap ini, KPU siap menyelenggarakan 2019 yang lebih demokratis untuk mendapatkan pemimpin-pemimpin terbaik" Tegas Arif

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Cahyo Kumolo memberikan apresiasi kepada KPU atas terselenggaranya pilkada 2015, 2017 dan 2018 dengan sukses. Tentu ini juga didukung penuh oleh TNI, POlRI, BIN, gakkumdu dan pemerintah daerah.

" Dengan Pengalaman itu kami yakin dan optimis bahwa KPU dapat melaksanakan konsolidasi demokrasi tahun 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD dan DPRD akan terlaksana dengan baik " Ujar Cahyo (Humas).

Wahyu : Hadirkan Pemilu Yang menggembirakan

Anggota KPU RI Wahyu Setiawan dan Evi Novida Ginting saat memberikan arahan kepada seluruh komisoner Devisi Sosialisasi, Jumat (16/11)


Jakarta,- Penyelenggara harus dapat menghadirkan pemilu dalam atmosfir yang menggembirakan di tengah-tengah masyarakat. Sebagai Devisi yang mengurus keparmasan, anda harus mengahdirkan itu dengan bahasa yang mudah di pahami masyarakat. Jangan buat rakyat kita susah memahami pemilu dengan bahasa-bahasa yang sulit mereka pahami.

Demikian disampaikan Anggota KPU RI Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Wahyu Setiawan pada acara Rapat Kordinasi Nasional, Jumat (16/11) di Hotel Discovery Ancol.

"Hadirkan pemilu yang menggembeirakan, jangan menghadirkan pemilu yang susah dipahami masyarakat" Jelas Wahyu.

Ia menekankan agar seluruh komisioner KPU bekerja secara kolektif kolegial, artinya setiap pengambilan keputusan dilakukan dalam rapat pleno secara kolektif. Untuk itu jaga kebersamaan, seberat apapun tugas dan pekerjaan kita akan dapat kita selesaikan dengan mudah. "Jadi jangan sering bertengkar antar komisioner yang satu dengan yang lainnya karena urusan perebutan ketua atau pembagian devisi" papar wahyu seraya engatakana bahwa menjadi ketua itu sesuatu yang tidak lebih mengurus administrasi dan pembagian devisi itu bukan untuk memisahkan pekerjaan.

Wahyu juga mengingatkan bahwa kita sesungguhnya adalah penikmat demokrasi, bukan pejuang demokrasi, pejuang demokrasi itu tidak dibayar. Namun kenyataannya kitaini dibayar negara melalui uang kehormatan.

"Anda itu orang-orang terhormat, maka diberikan uang kehormatan. Sepatutnya anda bersyukur kepada orang yeng memeberikan uang kehormatan dengan cara melaksanakan tugas dengan baik" terangnya seraya menginformasikan bahwa komisoner KPU nantinya diminta melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

Ditempat yang sama Anggota KPU RI Evi Novida Ginting menegaskan pentingnya menjaga integritas, netralitas dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas. Untuk itu dalam rekrutmen anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/kota yang sedang berlangsung saat ini, point penting yang kami tegaskan adalah mencari anggota KPU yang benar-benar kuat dan tangguh, tidak mudah terpengaruh dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketetuan perundang-undangan. 

"Maka, kami buat standarisasi-standarisasi seleksi, mulai dari seleksi tertulis menggunakan CAT hingga pada pembuatan makalah yang menjelaskan tentang siapa diri anda" papar Evi (Humas)